Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Penyakit Tulang & Sendi’ Category

Apa Itu ‘Asam Urat’?
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Penyakit ‘asam urat’ secara ilmiah biasa disebut ‘gout’ yang termasuk salah satu jenis artritis (radang sendi) yang berarti radang sendi akibat penumpukan kristal garam asam urat di sendi. Asam urat adalah senyawa yang dihasilkan dari metabolisme di dalam tubuh yang asalnya dari purin yang merupakan bagian dari protein. Senyawa ini sebenarnya secara alamiah akan dilarutkan di darah lalu masuk ke ginjal & dibuang melalui air kencing. Pada mereka yang mengalami gout, terjadi peningkatan kadar asam urat di darah (hiperurisemi), lalu asam urat menumpuk di berbagai jaringan tubuh, terutama di sendi & menjadi kristal yang berbentuk tajam yang menyebabkan nyeri & pembengkakan di sendi. Kristal asam urat juga dapat menumpuk di saluran kencing & menyebabkan batu saluran kencing yang bisa menghambat saluran kencing lalu akhirnya bisa kerusakan ginjal. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Mengurangi Keluhan Fisik Akibat Penggunaan Komputer
Billy N. <billy@konsulsehat.web.id>

Manusia semakin mudah dalam hidup dengan adanya hasil kemajuan teknologi. Salah satu hasil kemajuan teknologi tersebut adalah komputer. Dengan semakin mudah untuk melakukan banyak hal menggunakan komputer, maka banyak orang melakukan pekerjaannya di depan komputer selama periode yang lama. Pada awalnya, hal ini tidak menimbulkan keluhan berarti, namun setelah semakin lama & semakin banyak orang yang bekerja dengan komputer, semakin banyak problem kesehatan yang muncul.
Ada banyak keluhan subyektif yang didapat oleh para pengguna komputer, secara umum keluhan mereka mengalami nyeri leher, nyeri pinggang, sakit mata, pusing, susah kencing, nyeri daerah lengan, pegal kaki, kesemutan, bahkan tekanan mental.
Keluhan-keluhan seperti ini sering diabaikan, namun jika terus dirasakan, dapat mengganggu & mengurangi produktivitas kerja. Fenomena keluhan-keluhan subyektif ini dapat disebut cedera akibat tekanan kerja terus menerus. Keluhan-keluhan seperti ini sedikit yang dilaporkan, namun sangat banyak dialami oleh para pekerja yang menggunakan komputer.
Berbagai hal dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan, seperti penggunaan obat pengurang rasa nyeri sampai perbaikan-perbaikan posisi, sarana, & cara kerja sehingga keluhan dapat dikurangi atau dicegah. Namun, manusia bukanlah robot yang dapat terus bekerja dalam waktu lama, meskipun lingkungan kerjanya lebih nyaman.
Penggunaan obat pengurang rasa nyeri juga tidak menghilangkan masalah, tetapi hanya mengurangi gejala, & bahkan cenderung berbahaya jika digunakan dalam waktu lama. Selain itu, hampir seluruh perangkat komputer, dirancang untuk orang-orang di ‘dunia barat’ yang memiliki postur tubuh berbeda dari kebanyakan orang Indonesia.
Hal ini juga diperparah oleh kurang pedulinya orang-orang yang bekerja dengan komputer. Bila keadaan terus-menerus seperti ini, akan mengakibatkan banyak jam kerja akan hilang, keuntungan perusahaan akan berkurang & biaya pengobatan akan bertambah.
Operator komputer bekerja selama berjam-jam dengan sikap duduk yang statis, dengan gerakan tangan yang berulang-ulang. Dengan keadaan itu saja, operator komputer meja memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mendapat cedera yang bersifat kumulatif pada otot.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c)KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Radang Sendi (Osteoartritis)
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Radang sendi merupakan penyakit yang banyak dialami masyarakat, terutama oleh mereka yang berusia tua. Ada berbagai macam radang sendi, namun, yang paling sering terjadi adalah osteoartritis (OA). OA adalah penyakit kronis yang menyerang tulang rawan sendi & jaringan di sekitarnya dengan gejala nyeri, kaku, & hilangnya fungsi dari sendi. OA sering juga disebut radang sendi degeneratif, yang disebabkan oleh penuaan. OA juga dapat dialami oleh mereka yang berusia lebih muda, terutama diakibatkan oleh cedera, infeksi, atau beban terlalu berat pada sendi akibat kerja atau kegemukan.
Sendi secara normal memiliki tingkat gesekan yang rendah karena selain memiliki bantalan, juga terdapat cairan sendi yang berfungsi sebagai pelumas. OA terjadi ketika munculnya ketidaknormalan dari sel-sel yang membentuk dari tulang rawan sendi, lalu terjadi kerusakan akibat retakan di permukaannya. Dari retakan-retakan tersebut, tulang muncul & bertumbuh di ujung sendi, sehingga permukaan sendi yang tadinya halus & licin menjadi kasar & bergelombang. Akibat hal ini, persendian tidak dapat bergerak dengan mulus & menimbulkan nyeri.
Biasanya, gejala-gejala OA muncul secara perlahan & hanya terjadi di beberapa sendi, seperti sendi jari, leher, pinggang, pinggul, atau lutut. Gejala yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri di sendi akibat aktivitas, lalu disertai rasa kaku yang biasanya menghilang setelah digerakan selama beberapa saat.
Pada OA yang lebih berat, akan muncul keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Tubuh akan mencoba memperbaiki hal itu, namun perbaikan yang terjadi justru menimbulkan bengkak & pertumbuhan sendi yang tidak merata, yang menimbulkan sendi berbunyi ketika digerakkan.
Dari gejala-gejala di atas, dokter akan menyimpulkan bahwa seseorang terkena OA, jika diperlukan, dokter akan meminta pemeriksaan tambahan, dapat berupa foto rontgen di sendi yang terkena, atau pemeriksaan yang lebih canggih seperti MRI. Untuk membedakannya dengan radang sendi yang lain, dokter juga mungkin akan meminta pemeriksaan darah.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c) KonsulSehat.web.id

Read Full Post »