Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Penyakit Dalam’ Category

Apa Itu ‘Asam Urat’?
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Penyakit ‘asam urat’ secara ilmiah biasa disebut ‘gout’ yang termasuk salah satu jenis artritis (radang sendi) yang berarti radang sendi akibat penumpukan kristal garam asam urat di sendi. Asam urat adalah senyawa yang dihasilkan dari metabolisme di dalam tubuh yang asalnya dari purin yang merupakan bagian dari protein. Senyawa ini sebenarnya secara alamiah akan dilarutkan di darah lalu masuk ke ginjal & dibuang melalui air kencing. Pada mereka yang mengalami gout, terjadi peningkatan kadar asam urat di darah (hiperurisemi), lalu asam urat menumpuk di berbagai jaringan tubuh, terutama di sendi & menjadi kristal yang berbentuk tajam yang menyebabkan nyeri & pembengkakan di sendi. Kristal asam urat juga dapat menumpuk di saluran kencing & menyebabkan batu saluran kencing yang bisa menghambat saluran kencing lalu akhirnya bisa kerusakan ginjal. (lebih…)

Read Full Post »

Mengenal Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kata ‘demam berdarah’ adalah suatu kata yang sepanjang tahun sering diucapkan karena penyakit ini menjadi salah satu penyakit tersering penyebab masyarakat mengalami rawat inap di rumah sakit & cukup fatal sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit akut (segera) yang banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue yang terdiri dari 4 golongan (serotipe). Virus ini disebarkan & masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai ‘nyamuk siang’. Virus dengue hanya dapat ditularkan ke orang lain oleh nyamuk Aedes dari penderita DBD yang masih/sedang mengalami demam.
Gejala dari DBD yang utama adalah demam yang mendadak tinggi yang disertai oleh pegal-pegal atau nyeri sendi/otot, nyeri kepala, & kadang disertai oleh bintik-bintik merah di kulit. Gejala lain yang mungkin timbul pada orang-orang tertentu adalah mual, muntah, & nyeri perut. Demam pada DBD memiliki ciri khas yang disebut demam ‘pelana kuda’ atau 2 fase (bifasik), demam pada beberapa hari pertama, sempat menurun, lalu kembali naik.
Yang menyebabkan bahayanya DBD adalah di awal penyakit ini seperti penyakit flu-pilek biasa atau demam yang tiba-tiba membaik setelah 3-4 hari padahal serangan penyakit belum berhenti yang menyebabkan terlambatnya penderita memperoleh pertolongan & mengakibatkan kematian. Dokter pun kadangkala salah menegakkan diagnosis penyakit ini akibat tidak khasnya gejala-gejala DBD di awal.
Dalam pemeriksaan laboratorium darah rutin, akan ditemukan penurunan jumlah trombosit (komponen darah yang berfungsi dalam pembekuan darah) yaitu lebih rendah dari 100 ribu per mm kubik & pengentalan darah yang membuat meningkatnya nilai hematokrit. Kadang jika dibutuhkan dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes serologi untuk memastikan bahwa penyakit tersebut adalah benar DBD.
Pada penyakit DBD yang telah bertambah parah, sering terjadi perdarahan akibat menurunnya jumlah trombosit. Paling sering terjadi adalah perdarahan saluran cerna yang ditandai dengan muntah darah, tinja berwarna hitam seperti aspal, atau bercampurnya tinja dengan darah segar, ini tergantung dari lokasi perdarahan. Selain itu, bisa juga terjadi perdarahan gusi, bintik-bintik perdarahan di bawah kulit setelah dilakukan tes bendungan, lebam merah di bawah kulit secara spontan, & perdarahan di tempat suntikan yang sulit berhenti.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Penanganan Kondisi Gawat Darurat
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kegawatdaruratan terhadap kesehatan manusia adalah hal yang sering terjadi di mana saja & kapan saja, bahkan sering kali terjadi secara tiba-tiba akibat berbagai musibah. Ketika keadaan tersebut terjadi, banyak orang di sekitar penderita merasa panik & bingung bagaimana cara menolong penderita, sementara di dekatnya tidak ada tenaga kesehatan yang dapat menolong.
Hal ini sebenarnya dapat diatasi jika masyarakat mengetahui & terlatih untuk memberikan pertolongan pertama atau bantuan hidup dasar terhadap keadaan gawat darurat kesehatan. Dengan mengetahui atau telah terlatih untuk melakukan bantuan hidup dasar tersebut, masyarakat dapat menolong penderita yang mengalami kegawatdaruratan kesehatan tanpa perlu merasa panik atau bingung.
Sangat disarankan untuk mengikuti ceramah atau pelatihan bantuan hidup dasar (basic life support) yang banyak diadakan oleh berbagai kalangan ataupun menjadi bagian pelatihan di kelompok pecinta alam, palang merah remaja, atau pramuka. Kelompok masyarakat juga dapat meminta pada dokter/perawat untuk memberikan ceramah/pelatihan mengenai bantuan hidup dasar.
Apapun penyebab kegawatdaruratan pada penderita, usahakan segera singkirkan penderita dari penyebabnya & bawa penderita ke tempat yang aman sebelum ditolong. Terkecuali, jika dicurigai penderita mengalami patah tulang leher atau punggung, maka penderita jangan dipindahkan/digerakkan tanpa instruksi dari tenaga kesehatan untuk mencegah kematian mendadak atau kelumpuhan akibat terganggunya jaringan saraf di tulang belakang.
Yang harus diingat, jangan sampai penolong menjadi ikut menjadi korban. Amankan diri sendiri & tempat menolong terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan. Misalnya jika penderita tersengat listrik, pastikan aliran listrik telah dimatikan. Jika penderita mengalami kecelakaan lalu lintas, bawa penderita ke tepi jalan terlebih dahulu sebelum mulai ditolong.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Mengendalikan Kadar Kolesterol Darah
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kata ‘kolesterol’ sering diucapkan oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang berusia tua. Sebenarnya, apa itu kolesterol? Kolesterol adalah suatu zat yang dibentuk oleh hati (liver) dari lemak jenuh yang berasal dari makanan, & ditambah oleh kolesterol yang memang telah ada di makanan hewani seperti daging, kuning telur, atau produk susu.
Sebenarnya, kolesterol sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan, karena kolesterol adalah bahan pembentuk hormon steroid yang mengatur berbagai metabolisme tubuh, asam empedu, & komponen dari dinding sel di tubuh.
Namun, jika kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi, akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke. Ini diakibatkan oleh kelebihan kolesterol yang tidak dibutuhkan tubuh akan disimpan di dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang biasa disebut arterosklerosis. Jika jumlahnya terlalu banyak, maka pembuluh darah akan tersumbat total sehingga darah tidak dapat mengalir.
Jika kejadian ini terjadi pada pembuluh darah yang mengaliri otot-otot jantung, maka terjadilah serangan jantung. Sedangkan jika hal ini terjadi pada pembuluh darah di otak, maka terjadilah stroke.
Sehingga, untuk mencegah kejadian tersebut, disarankan untuk melakukan pengukuran kadar kolesterol darah secara rutin bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun. Pada mereka yang kadar kolesterol darahnya cenderung tinggi beserta faktor risiko lain untuk penyakit jantung & stroke, disarankan untuk melakukan pengukuran lebih sering sesuai petunjuk dokter.
Kolesterol di dalam tubuh sebenarnya terdiri dari berbagai macam, yang merupakan zat gabungan lemak-protein yang disebut lipoprotein. Lipoprotein dengan kepadatan rendah (low density lipoproteins/LDL), berfungsi untuk mengirim kolesterol dari tubuh masuk pembuluh darah. Sementara lipoprotein dengan kerapatan tinggi (high density lipoproteins/HDL) berfungsi untuk menyingkirkan kolesterol dari aliran darah.
Itu sebabnya LDL sering kali disebut ‘kolesterol jahat’ yang jumlahnya tidak boleh terlalu banyak, sementara HDL disebut ‘kolesterol baik’. Selain kedua hal tersebut, dikenal juga LDL yang lebih rendah lagi tingkat kepadatannya yaitu VLDL, & trigliserida yang sering dikenal sebagai ‘lemak netral’ yang merupakan lemak yang paling banyak beredar di pembuluh darah.
Untuk mencapai kadar kolesterol darah yang baik, sehingga tidak menyebabkan peningkatan risiko berbagai penyakit tetapi tetap cukup untuk menjaga berbagai fungsi tubuh, maka dibutuhkan keseimbangan dari berbagai jenis kolesterol yang ada.
Sebagai contoh, jika kadar total kolesterol darah tinggi akibat kadar LDL yang tinggi, maka risiko untuk terkena penyakit jantung atau stroke menjadi tinggi. Sedangkan jika kadar kolesterol darah tinggi akibat kadar HDL yang tinggi, maka risiko untuk terkena penyakit jantung atau stroke tidak tinggi.
Berikut nilai-nilai yang dapat menjadi rujukan dalam penilaian kadar kolesterol darah dalam keadaan puasa (semua ukuran dalam mg/dl):
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Penyakit Kencing Manis (Diabetes Melitus)
Billy N. <billy@konsulsehat.web.id>

Salah satu penyakit menahun yang sering diderita oleh masyarakat adalah penyakit kencing manis, sehingga sering disebutkan oleh banyak orang. Penyakit ini sepertinya menakutkan, karena sepertinya kematian ataupun kehilangan anggota tubuh yang membusuk menjadi ancamannya. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan penyakit kencing manis? Apa mungkin bisa hidup sehat meskipun terkena penyakit ini?
Penyakit kencing manis atau diabetes melitus adalah suatu penyakit menahun akibat tubuh yang tidak dapat menghasilkan hormon insulin atau tubuh tetap menghasilkan insulin tetapi terjadi masalah sehingga tidak dapat digunakan dengan tepat. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh organ pankreas yang ada di perut, yang berfungsi untuk menyalurkan glukosa (gula) ke dalam sel di seluruh tubuh untuk digunakan sebagai sumber tenaga.
Pada penyakit kencing manis terjadi penumpukan gula di darah dari pada masuk ke dalam sel untuk menjadi energi. Kadang kelebihan gula di dalam darah tersebut dibuang melalui kencing, sehingga air kencing menjadi ‘manis’.
Penyakit kencing manis tidak dapat diobati sehingga sembuh, namun penyakit ini dapat dikelola sehingga penderitanya tetap dapat hidup sehat secara normal. Hal terpenting dalam pengelolaan penyakit ini adalah pengaturan kadar gula darah dengan cara pengaturan makan, olahraga, menjaga berat badan, & jika diperlukan menggunakan obat-obatan atau penyuntikan insulin.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c)KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Demam Tifoid
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kata ‘tipus’, ‘tifus’, atau ‘tipes’ sering disebutkan ketika seseorang mengalami rawat inap akibat rasa nyeri di perut disertai demam tinggi. Sebenarnya, itu adalah perkataan yang salah, karena tifus sesungguhnya disebabkan oleh kuman Riketsia, sedangkan yang sangat banyak menyerang masyarakat adalah penyakit tifoid (akhiran -oid berarti ‘mirip’). Tifoid disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, dengan gejala umum berupa demam tinggi & nyeri perut.
Tifoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, yang masuk ke tubuh melalui mulut & saluran cerna. Tinja & air kencing dari pembawa kuman Salmonella typhi dapat mencemari makanan & minuman akibat kurangnya disiplin untuk mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar & kecil, sehingga tangan yang mengandung kuman Salmonella typhi mencemari makanan, minuman, & alat makan. Lalat pun ikut membantu penyebaran kuman Salmonella typhi dari tinja yang mengandung Salmonella typhi ke makanan yang dihinggapi lalat. Air seni & tinja pun dapat mencemari air tanah yang digunakan untuk sumber air minum atau memasak. Inilah pentingnya untuk memasak/mengolah air dengan baik sebelum digunakan untuk air minum atau memasak.
Setelah seseorang terinfeksi Salmonella typhi, secara bertahap akan muncul gejala-gejala dari tifoid seperti demam tinggi, nyeri di perut, menurunnya nafsu makan, nyeri kepala, nyeri sendi, radang tenggorokan, & sulit buang air besar atau diare. Pada infeksi Salmonella typhi yang telah menyebar ke luar saluran cerna, dapat terjadi berbagai gejala lainnya seperti penurunan kesadaran, radang paru, gangguan jantung & ginjal, radang selaput otak, dst. Tifoid adalah penyakit yang dapat mengakibatkan kematian jika tidak diobati dengan tepat.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c)KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Bronkitis Kronis

Bronkitis Kronis (Peradangan Saluran Nafas Bawah Menahun)
Billy N. <billy@konsulsehat.web.id>

Kata ‘bronkitis’ sangat sering diucapkan oleh mereka yang mengalami penyakit paru, bahkan digunakan dengan salah, karena kata ‘bronkitis’ menjadi ‘kata halus’ untuk penyakit infeksi tuberkulosis (TBC) paru, padahal keduanya adalah penyakit yang berbeda.
Sebenarnya, bronkitis terdiri dari 2 macam, yaitu yang akut (segera) & kronis (menahun). Kali ini yang dibahas adalah mengenai bronkitis kronis.
Bronkitis kronis adalah penyakit peradangan dari saluran nafas (bronkus) di paru-paru yang menahun. Ketika saluran nafas mengalami peradangan, terbentuk dahak tebal di dindingnya, sehingga terjadilah batuk berdahak & sesak nafas menahun, kadang disertai nyeri dada.
Bronkitis kronis paling sering disebabkan oleh merokok, selain itu dapat juga disebabkan oleh pencemaran udara dalam waktu lama, misalnya cemaran kimia & debu di udara. Asap rokok atau pencemaran udara menyebabkan peradangan pada saluran nafas yang dalam waktu lama akan menyebabkan bronkitis kronis.
Kerusakan paru yang disebabkan oleh bronkitis kronis dapat terlihat pada pemeriksaan penunjang seperti tes fungsi paru, foto rontgen dada, & tes darah, yang biasanya diminta oleh dokter.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c)KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Older Posts »