Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kesehatan Lansia’ Category

Apa Itu ‘Asam Urat’?
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Penyakit ‘asam urat’ secara ilmiah biasa disebut ‘gout’ yang termasuk salah satu jenis artritis (radang sendi) yang berarti radang sendi akibat penumpukan kristal garam asam urat di sendi. Asam urat adalah senyawa yang dihasilkan dari metabolisme di dalam tubuh yang asalnya dari purin yang merupakan bagian dari protein. Senyawa ini sebenarnya secara alamiah akan dilarutkan di darah lalu masuk ke ginjal & dibuang melalui air kencing. Pada mereka yang mengalami gout, terjadi peningkatan kadar asam urat di darah (hiperurisemi), lalu asam urat menumpuk di berbagai jaringan tubuh, terutama di sendi & menjadi kristal yang berbentuk tajam yang menyebabkan nyeri & pembengkakan di sendi. Kristal asam urat juga dapat menumpuk di saluran kencing & menyebabkan batu saluran kencing yang bisa menghambat saluran kencing lalu akhirnya bisa kerusakan ginjal. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Mengendalikan Kadar Kolesterol Darah
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kata ‘kolesterol’ sering diucapkan oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang berusia tua. Sebenarnya, apa itu kolesterol? Kolesterol adalah suatu zat yang dibentuk oleh hati (liver) dari lemak jenuh yang berasal dari makanan, & ditambah oleh kolesterol yang memang telah ada di makanan hewani seperti daging, kuning telur, atau produk susu.
Sebenarnya, kolesterol sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan, karena kolesterol adalah bahan pembentuk hormon steroid yang mengatur berbagai metabolisme tubuh, asam empedu, & komponen dari dinding sel di tubuh.
Namun, jika kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi, akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke. Ini diakibatkan oleh kelebihan kolesterol yang tidak dibutuhkan tubuh akan disimpan di dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang biasa disebut arterosklerosis. Jika jumlahnya terlalu banyak, maka pembuluh darah akan tersumbat total sehingga darah tidak dapat mengalir.
Jika kejadian ini terjadi pada pembuluh darah yang mengaliri otot-otot jantung, maka terjadilah serangan jantung. Sedangkan jika hal ini terjadi pada pembuluh darah di otak, maka terjadilah stroke.
Sehingga, untuk mencegah kejadian tersebut, disarankan untuk melakukan pengukuran kadar kolesterol darah secara rutin bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun. Pada mereka yang kadar kolesterol darahnya cenderung tinggi beserta faktor risiko lain untuk penyakit jantung & stroke, disarankan untuk melakukan pengukuran lebih sering sesuai petunjuk dokter.
Kolesterol di dalam tubuh sebenarnya terdiri dari berbagai macam, yang merupakan zat gabungan lemak-protein yang disebut lipoprotein. Lipoprotein dengan kepadatan rendah (low density lipoproteins/LDL), berfungsi untuk mengirim kolesterol dari tubuh masuk pembuluh darah. Sementara lipoprotein dengan kerapatan tinggi (high density lipoproteins/HDL) berfungsi untuk menyingkirkan kolesterol dari aliran darah.
Itu sebabnya LDL sering kali disebut ‘kolesterol jahat’ yang jumlahnya tidak boleh terlalu banyak, sementara HDL disebut ‘kolesterol baik’. Selain kedua hal tersebut, dikenal juga LDL yang lebih rendah lagi tingkat kepadatannya yaitu VLDL, & trigliserida yang sering dikenal sebagai ‘lemak netral’ yang merupakan lemak yang paling banyak beredar di pembuluh darah.
Untuk mencapai kadar kolesterol darah yang baik, sehingga tidak menyebabkan peningkatan risiko berbagai penyakit tetapi tetap cukup untuk menjaga berbagai fungsi tubuh, maka dibutuhkan keseimbangan dari berbagai jenis kolesterol yang ada.
Sebagai contoh, jika kadar total kolesterol darah tinggi akibat kadar LDL yang tinggi, maka risiko untuk terkena penyakit jantung atau stroke menjadi tinggi. Sedangkan jika kadar kolesterol darah tinggi akibat kadar HDL yang tinggi, maka risiko untuk terkena penyakit jantung atau stroke tidak tinggi.
Berikut nilai-nilai yang dapat menjadi rujukan dalam penilaian kadar kolesterol darah dalam keadaan puasa (semua ukuran dalam mg/dl):
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Radang Sendi (Osteoartritis)
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Radang sendi merupakan penyakit yang banyak dialami masyarakat, terutama oleh mereka yang berusia tua. Ada berbagai macam radang sendi, namun, yang paling sering terjadi adalah osteoartritis (OA). OA adalah penyakit kronis yang menyerang tulang rawan sendi & jaringan di sekitarnya dengan gejala nyeri, kaku, & hilangnya fungsi dari sendi. OA sering juga disebut radang sendi degeneratif, yang disebabkan oleh penuaan. OA juga dapat dialami oleh mereka yang berusia lebih muda, terutama diakibatkan oleh cedera, infeksi, atau beban terlalu berat pada sendi akibat kerja atau kegemukan.
Sendi secara normal memiliki tingkat gesekan yang rendah karena selain memiliki bantalan, juga terdapat cairan sendi yang berfungsi sebagai pelumas. OA terjadi ketika munculnya ketidaknormalan dari sel-sel yang membentuk dari tulang rawan sendi, lalu terjadi kerusakan akibat retakan di permukaannya. Dari retakan-retakan tersebut, tulang muncul & bertumbuh di ujung sendi, sehingga permukaan sendi yang tadinya halus & licin menjadi kasar & bergelombang. Akibat hal ini, persendian tidak dapat bergerak dengan mulus & menimbulkan nyeri.
Biasanya, gejala-gejala OA muncul secara perlahan & hanya terjadi di beberapa sendi, seperti sendi jari, leher, pinggang, pinggul, atau lutut. Gejala yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri di sendi akibat aktivitas, lalu disertai rasa kaku yang biasanya menghilang setelah digerakan selama beberapa saat.
Pada OA yang lebih berat, akan muncul keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Tubuh akan mencoba memperbaiki hal itu, namun perbaikan yang terjadi justru menimbulkan bengkak & pertumbuhan sendi yang tidak merata, yang menimbulkan sendi berbunyi ketika digerakkan.
Dari gejala-gejala di atas, dokter akan menyimpulkan bahwa seseorang terkena OA, jika diperlukan, dokter akan meminta pemeriksaan tambahan, dapat berupa foto rontgen di sendi yang terkena, atau pemeriksaan yang lebih canggih seperti MRI. Untuk membedakannya dengan radang sendi yang lain, dokter juga mungkin akan meminta pemeriksaan darah.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c) KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Stroke
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kelumpuhan separuh badan adalah gejala yang sering disebut ‘stroke’ oleh masyarakat. Padahal, gejala-gejala stroke bukan hanya kelumpuhan separuh badan. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan stroke?
Stroke terdiri dari 2 bagian besar, yaitu stroke sumbatan yang diakibatkan tersumbatnya pembuluh nadi yang membawa darah ke otak, & stroke perdarahan, yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh nadi di daerah otak sehingga darah tidak dapat masuk ke dalam otak. Kedua hal ini dapat mengakibatkan kerusakan bagian dari otak menjadi rusak sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi atau kontrol bagian tubuh yang diatur oleh bagian otak yang rusak tersebut. Misalnya, terjadinya kelumpuhan lengan atau tungkai, atau menjadi sulit berbicara. Kerusakan ini dapat menetap atau sementara, dapat juga sebagian atau seluruhnya.
Jika sumbatan atau perdarahan itu dapat secepatnya diketahui & ditangani oleh dokter, kemungkinan untuk mengembalikan aliran darah ke otak bisa dilakukan & risiko kerusakan yang ditimbulkan menjadi menurun.
Gejala-gejala dari stroke adalah:
– Tiba-tiba terasa lemah tubuh atau tidak terasanya bagian wajah atau satu sisi bagian tubuh (lengan/tungkai)
– Penurunan atau hilangnya penglihatan secara tiba-tiba, terutama di salah satu mata
– Tidak bisa berbicara, sulit berkata-kata, atau tidak mengerti perkataan orang lain secara mendadak
– Nyeri kepala yang hebat secara mendadak
– Disertai lemah tubuh yang tidak jelas sebabnya, tiba-tiba terjatuh, berjalan menjadi tidak stabil.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c) KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kata ‘darah tinggi’adalah salah satu jenis penyakit yang umum diucapkan oleh masyarakat. Sebetulnya, apa yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi? Sebelum belajar mengenai tekanan darah tinggi, mari kita pelajari mengenai tekanan darah terlebih dahulu.
Tekanan darah adalah tekanan dari darah yang ada di dalam pembuluh nadi yang dipompakan oleh jantung ke seluruh tubuh. Satuan tekanan darah adalah milimeter air raksa (mmHg). Biasanya, tekanan darah diukur dengan alat pengukur tekanan darah (spigmomanometer) yang dipasang di lengan atas. Pengukuran tekanan darah bisa dilakukan beberapa kali pada kedua lengan jika dokter mencurigai adanya tekanan darah tinggi.
Ada 2 tekanan darah yang dituliskan yang biasanya dipisahkan dengan simbol ‘/’, misalnya 110/70. Mengapa harus ada 2 angka yang berbeda? Angka pertama adalah tekanan darah sistolik, yaitu tekanan puncak saat jantung memompa darah keluar. Sedangkan angka ke dua adalah tekanan darah diastolik, yaitu tekanan pada saat jantung mengalami relaksasi & pengisian darah.
Secara sederhana, tekanan darah yang normal adalah di bawah 120/80 mmHg, sedangkan yang disebut tekanan darah tinggi adalah paling sedikit 140/90 mmHg. Untuk angka di antara keduanya, dokter menyebutnya sebagai ‘pre-hipertensi’.
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, yang berakibat pada banyak penyakit lain, seperti stroke, gagal ginjal, berbagai penyakit jantung, dst. Tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala yang khusus, sehingga penyakit-penyakit akibat tekanan darah tinggi sering mendadak muncul tanpa gejala-gejala awal.
Itu sebabnya, disarankan untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin sejak usia 2 tahun, karena anak-anak & remaja pun dapat terkena penyakit tekanan darah tinggi. Untuk orang dewasa, disarankan untuk memeriksa tekanan darahnya setiap 6 bulan sekali. Jika memiliki riwayat tekanan darah tinggi dapat diperiksa lebih sering.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c) KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Penyakit-penyakit pada Prostat
Billy N. <billy@konsulsehat.web.id>

Kelenjar prostat adalah organ tubuh yang tergolong sebagai bagian dari sistem reproduksi yang hanya ada pada laki-laki, yang terletak di perut bagian bawah, yaitu di bawah kandung kemih & mengelilingi saluran kemih. Fungsi dari prostat adalah memproduksi air mani yang melarutkan sperma yang dihasilkan oleh testis (yang berada di dalam kantung zakar).
Pada laki-laki usia muda, prostat kira-kira berukuran sedikit lebih besar dari kacang mete (sekitar 4x2cm), & akan membesar seiring usia bertambah. Ada 3 penyakit yang umum menyerang prostat, yaitu: pembesaran prostat jinak (benign prostate hyperplasia/BPH), prostatitis (radang kelenjar prostat), & kanker prostat.

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)
BPH merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada laki-laki usia tua, karena prostat secara alami akan membesar secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Ketika prostat membesar, hal ini dapat menyebabkan tertekannya saluran kemih & menyebabkan aliran air seni menjadi lebih pelan.
Gejala-gejala dari BPH terjadi secara bertahap. Salah satu gejala awal yang paling sering terjadi adalah sering terbangun di malam hari untuk berkemih. Di siang hari pun biasanya akan menjadi lebih sering berkemih.
Selain itu, dapat terjadi kesulitan untuk memulai berkemih & air seni yang menetes setelah selesai berkemih. Jumlah & kekuatan pancaran air seni juga akan menurun. Tetapi, semua gejala tersebut dapat terjadi pada penyakit lainnya, seperti infeksi saluran kemih atau kanker kandung kemih.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c) KonsulSehat.web.id

Read Full Post »