Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kesehatan Kerja’ Category

Penanganan Kondisi Gawat Darurat
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kegawatdaruratan terhadap kesehatan manusia adalah hal yang sering terjadi di mana saja & kapan saja, bahkan sering kali terjadi secara tiba-tiba akibat berbagai musibah. Ketika keadaan tersebut terjadi, banyak orang di sekitar penderita merasa panik & bingung bagaimana cara menolong penderita, sementara di dekatnya tidak ada tenaga kesehatan yang dapat menolong.
Hal ini sebenarnya dapat diatasi jika masyarakat mengetahui & terlatih untuk memberikan pertolongan pertama atau bantuan hidup dasar terhadap keadaan gawat darurat kesehatan. Dengan mengetahui atau telah terlatih untuk melakukan bantuan hidup dasar tersebut, masyarakat dapat menolong penderita yang mengalami kegawatdaruratan kesehatan tanpa perlu merasa panik atau bingung.
Sangat disarankan untuk mengikuti ceramah atau pelatihan bantuan hidup dasar (basic life support) yang banyak diadakan oleh berbagai kalangan ataupun menjadi bagian pelatihan di kelompok pecinta alam, palang merah remaja, atau pramuka. Kelompok masyarakat juga dapat meminta pada dokter/perawat untuk memberikan ceramah/pelatihan mengenai bantuan hidup dasar.
Apapun penyebab kegawatdaruratan pada penderita, usahakan segera singkirkan penderita dari penyebabnya & bawa penderita ke tempat yang aman sebelum ditolong. Terkecuali, jika dicurigai penderita mengalami patah tulang leher atau punggung, maka penderita jangan dipindahkan/digerakkan tanpa instruksi dari tenaga kesehatan untuk mencegah kematian mendadak atau kelumpuhan akibat terganggunya jaringan saraf di tulang belakang.
Yang harus diingat, jangan sampai penolong menjadi ikut menjadi korban. Amankan diri sendiri & tempat menolong terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan. Misalnya jika penderita tersengat listrik, pastikan aliran listrik telah dimatikan. Jika penderita mengalami kecelakaan lalu lintas, bawa penderita ke tepi jalan terlebih dahulu sebelum mulai ditolong.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Iklan

Read Full Post »

Tetap Sehat Bekerja di Malam Hari
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Karena tuntutan persaingan usaha ataupun tuntutan kerja, banyak orang sekarang harus bekerja di malam hari dalam berbagai profesi. Dari mulai tenaga keamanan, petugas kesehatan, sampai pedagang. Baik itu seluruh waktu kerja selalu dilakukan di malam hari atau kadang mendapat giliran kerja malam. Kerja di malam hari, memiliki banyak perbedaan dengan kerja di siang hari. Tubuh kurang dapat menyesuaikan dengan kerja malam & tidur di siang hari.
Salah satu contohnya adalah rasa lelah pada kerja di malam hari relatif lebih besar dari kerja di siang hari. Istirahat/tidur di siang hari tidak bisa sama berkualitas dengan tidur di malam hari karena banyaknya gangguan di siang hari. Bekerja di malam hari juga meningkatkan risiko penurunan daya tahan tubuh, tekanan darah tinggi, kegemukan, tukak lambung, & gangguan jantung. Selain itu, saluran cerna bekerja kurang efisien jika banyak makan di malam hari yang sering dilakukan oleh mereka yang bekerja di malam hari.
Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai usaha agar tubuh tetap sehat yang juga mencegah kecelakaan selama & sesudah kerja bagi mereka yang bekerja di malam hari atau sering mendapat giliran kerja malam, yaitu:
– Makan malam sebelum jam 7 malam atau 2 jam sebelum mulai giliran kerja
– Mengurangi mengudap/mengemil selama kerja
– Jika merasa lapar saat bekerja, makanlah saat waktu istirahat & dalam jumlah sedikit
– Makan & minum setiap hari tetap harus bervariasi, lengkap zat gizi & serat, juga seimbang jumlahnya
– Berolahraga secara rutin 2-3 kali dalam sepekan
– Cukup minum selama bekerja.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c)KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Mengurangi Keluhan Fisik Akibat Penggunaan Komputer
Billy N. <billy@konsulsehat.web.id>

Manusia semakin mudah dalam hidup dengan adanya hasil kemajuan teknologi. Salah satu hasil kemajuan teknologi tersebut adalah komputer. Dengan semakin mudah untuk melakukan banyak hal menggunakan komputer, maka banyak orang melakukan pekerjaannya di depan komputer selama periode yang lama. Pada awalnya, hal ini tidak menimbulkan keluhan berarti, namun setelah semakin lama & semakin banyak orang yang bekerja dengan komputer, semakin banyak problem kesehatan yang muncul.
Ada banyak keluhan subyektif yang didapat oleh para pengguna komputer, secara umum keluhan mereka mengalami nyeri leher, nyeri pinggang, sakit mata, pusing, susah kencing, nyeri daerah lengan, pegal kaki, kesemutan, bahkan tekanan mental.
Keluhan-keluhan seperti ini sering diabaikan, namun jika terus dirasakan, dapat mengganggu & mengurangi produktivitas kerja. Fenomena keluhan-keluhan subyektif ini dapat disebut cedera akibat tekanan kerja terus menerus. Keluhan-keluhan seperti ini sedikit yang dilaporkan, namun sangat banyak dialami oleh para pekerja yang menggunakan komputer.
Berbagai hal dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan, seperti penggunaan obat pengurang rasa nyeri sampai perbaikan-perbaikan posisi, sarana, & cara kerja sehingga keluhan dapat dikurangi atau dicegah. Namun, manusia bukanlah robot yang dapat terus bekerja dalam waktu lama, meskipun lingkungan kerjanya lebih nyaman.
Penggunaan obat pengurang rasa nyeri juga tidak menghilangkan masalah, tetapi hanya mengurangi gejala, & bahkan cenderung berbahaya jika digunakan dalam waktu lama. Selain itu, hampir seluruh perangkat komputer, dirancang untuk orang-orang di ‘dunia barat’ yang memiliki postur tubuh berbeda dari kebanyakan orang Indonesia.
Hal ini juga diperparah oleh kurang pedulinya orang-orang yang bekerja dengan komputer. Bila keadaan terus-menerus seperti ini, akan mengakibatkan banyak jam kerja akan hilang, keuntungan perusahaan akan berkurang & biaya pengobatan akan bertambah.
Operator komputer bekerja selama berjam-jam dengan sikap duduk yang statis, dengan gerakan tangan yang berulang-ulang. Dengan keadaan itu saja, operator komputer meja memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mendapat cedera yang bersifat kumulatif pada otot.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c)KonsulSehat.web.id

Read Full Post »

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Calon Pegawai: Milik Siapa?
Billy N. <billy@Hukum-Kesehatan.web.id>

Sebagai seorang dokter, penulis sering menerima orang-orang yang berkonsultasi mengenai keadaan kesehatannya karena mereka dinyatakan tidak lolos pemeriksaan kesehatan sebagai pegawai, baik di instansi pemerintahan, militer, BUMN, maupun perusahaan swasta. Secara sepintas, sebagian besar dari mereka terlihat sangat sehat, sehingga penulis ragu apakah mereka betul-betul tidak dapat lolos pemeriksaan kesehatan?
Ketika ditanyakan mengenai salinan hasil pemeriksaan kesehatan yang telah mereka lalui, ternyata semuanya menyatakan bahwa mereka tidak pernah diberikan salinan hasil pemeriksaan kesehatan, entah itu berupa hasil pemeriksaan laboratorium & radiologi, pemeriksaan dokter, bahkan secara lisan pun mereka tidak diberitahukan apa yang menjadi ‘ganjalan’ (mungkin hasil laboratorium/radiologi yang tidak normal atau ada suatu penyakit) sehingga mereka dinyatakan ‘tidak layak bekerja’.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c) www.Hukum-Kesehatan.web.id

Read Full Post »