Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘ARTIKEL’ Category

Apa Itu ‘Asam Urat’?
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Penyakit ‘asam urat’ secara ilmiah biasa disebut ‘gout’ yang termasuk salah satu jenis artritis (radang sendi) yang berarti radang sendi akibat penumpukan kristal garam asam urat di sendi. Asam urat adalah senyawa yang dihasilkan dari metabolisme di dalam tubuh yang asalnya dari purin yang merupakan bagian dari protein. Senyawa ini sebenarnya secara alamiah akan dilarutkan di darah lalu masuk ke ginjal & dibuang melalui air kencing. Pada mereka yang mengalami gout, terjadi peningkatan kadar asam urat di darah (hiperurisemi), lalu asam urat menumpuk di berbagai jaringan tubuh, terutama di sendi & menjadi kristal yang berbentuk tajam yang menyebabkan nyeri & pembengkakan di sendi. Kristal asam urat juga dapat menumpuk di saluran kencing & menyebabkan batu saluran kencing yang bisa menghambat saluran kencing lalu akhirnya bisa kerusakan ginjal. (lebih…)

Read Full Post »

Apa itu Pusat Penyelidikan Penyakit Payudara (PPPP/P4) atau Breast Assessment Center?

P4 adalah suatu klinik pemeriksaan payudara yang beroperasi dengan pengawasan dokter ahli radiologi konsultan payudara yang bekerja dengan ahli bedah & patologi anatomi. Di Belanda, beberapa RS saat ini mempunyai P4 walaupun jenis pemeriksaannya tidak seragam dengan standar yang seharusnya.
Sedangkan di RS AZ Dodrecht & Slidrecht, yang terkenal menggunakan suatu standar sistem pemeriksaan untuk P4 yang dibuat & disempurnakan oleh dr. S.J. Liem, spesialis radiologi konsultan payudara. Sistem dibuat berdasarkan 20 tahun pengalaman dalam pemeriksaan payudara, di mana standar kualitas dari pemeriksaan diutamakan.
P4 menggunakan sistem yang sama dengan yang diterapkan di RS AZ Dodrecht & Slidrecht juga diawasi langsung oleh dr. S.J. Liem. (lebih…)

Read Full Post »

Mengurai ‘Benang Kusut’ Hubungan Pasien & Sarana Pelayanan Kesehatan
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Beberapa waktu yang lalu masyarakat dikejutkan dengan kasus Prita Mulyasari, seorang ibu yang harus ditahan selama 3 pekan karena dituduh mencemarkan nama baik dokter & rumah sakit (RS) yang pernah merawatnya. Kasus ini diawali dari suatu ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan sarana pelayanan kesehatan (SPK) seperti dokter atau RS. Dengan adanya kasus Prita yang merupakan puncak ‘fenomena gunung es’, membuat masyarakat bertanya-tanya ada masalah apa dengan hubungan pasien & SPK?
Hubungan pasien & SPK adalah suatu hubungan sederajat berupa perikatan ikhtiar dengan masing-masing pihak memiliki hak & kewajibannya. Karena pengobatan merupakan suatu ikhtiar, sehingga SPK tidak bisa menjanjikan kesembuhan melainkan memberikan usaha maksimal sesuai standar pelayanan untuk kesembuhan pasien. Hal ini sering kurang dipahami oleh masyarakat sehingga ketika pasien tidak sembuh atau pelayanannya dianggap kurang memuaskan, muncul tuduhan dokter melakukan malapraktik atau RS dianggap menipu.
Hal lain yang sering memicu masalah antara pasien & SPK adalah kedua belah pihak kurang mengerti hak & kewajibannya. SPK lebih ngotot dalam menuntut hak-nya namun lupa melaksanakan kewajibannya secara tuntas. Di sisi lain pasien kadang tidak dapat memenuhi kewajibannya seperti pembayaran atas biaya pengobatan sementara seringkali hak-haknya kurang diperhatikan.
Agar kasus seperti yang dialami Prita tidak terulang kembali, masing-masing pihak harus mengerti benar apa yang menjadi hak & kewajibannya dalam pengobatan. Hal ini telah diatur dalam pasal 50-53 UU no.29/2004. Pasien sebaiknya mengerti bahwa hak-nya adalah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai penyakit, pemeriksaan, pengobatan, efek samping, risiko, komplikasi, sampai alternatif pengobatannya. Pasien juga berhak untuk menolak pemeriksaan/pengobatan & meminta pendapat dokter lain.
Selain itu, isi rekam medik atau catatan kesehatan adalah milik pasien sehingga berhak untuk meminta salinannya. Pasien memiliki kewajiban untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya, mematuhi nasihat/anjuran pengobatan, mematuhi peraturan yang ada di SPK, & membayar semua biaya pelayanan kesehatan yang telah diberikan.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Mengenal Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kata ‘demam berdarah’ adalah suatu kata yang sepanjang tahun sering diucapkan karena penyakit ini menjadi salah satu penyakit tersering penyebab masyarakat mengalami rawat inap di rumah sakit & cukup fatal sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit akut (segera) yang banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue yang terdiri dari 4 golongan (serotipe). Virus ini disebarkan & masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai ‘nyamuk siang’. Virus dengue hanya dapat ditularkan ke orang lain oleh nyamuk Aedes dari penderita DBD yang masih/sedang mengalami demam.
Gejala dari DBD yang utama adalah demam yang mendadak tinggi yang disertai oleh pegal-pegal atau nyeri sendi/otot, nyeri kepala, & kadang disertai oleh bintik-bintik merah di kulit. Gejala lain yang mungkin timbul pada orang-orang tertentu adalah mual, muntah, & nyeri perut. Demam pada DBD memiliki ciri khas yang disebut demam ‘pelana kuda’ atau 2 fase (bifasik), demam pada beberapa hari pertama, sempat menurun, lalu kembali naik.
Yang menyebabkan bahayanya DBD adalah di awal penyakit ini seperti penyakit flu-pilek biasa atau demam yang tiba-tiba membaik setelah 3-4 hari padahal serangan penyakit belum berhenti yang menyebabkan terlambatnya penderita memperoleh pertolongan & mengakibatkan kematian. Dokter pun kadangkala salah menegakkan diagnosis penyakit ini akibat tidak khasnya gejala-gejala DBD di awal.
Dalam pemeriksaan laboratorium darah rutin, akan ditemukan penurunan jumlah trombosit (komponen darah yang berfungsi dalam pembekuan darah) yaitu lebih rendah dari 100 ribu per mm kubik & pengentalan darah yang membuat meningkatnya nilai hematokrit. Kadang jika dibutuhkan dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes serologi untuk memastikan bahwa penyakit tersebut adalah benar DBD.
Pada penyakit DBD yang telah bertambah parah, sering terjadi perdarahan akibat menurunnya jumlah trombosit. Paling sering terjadi adalah perdarahan saluran cerna yang ditandai dengan muntah darah, tinja berwarna hitam seperti aspal, atau bercampurnya tinja dengan darah segar, ini tergantung dari lokasi perdarahan. Selain itu, bisa juga terjadi perdarahan gusi, bintik-bintik perdarahan di bawah kulit setelah dilakukan tes bendungan, lebam merah di bawah kulit secara spontan, & perdarahan di tempat suntikan yang sulit berhenti.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Berobat Tidak Perlu Mahal?
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Ungkapan bahwa ‘sehat itu mahal’ adalah ungkapan yang sejak lama telah ada di masyarakat. Memang secara nyata kesehatan tidak dapat dinilai secara materi, karena tubuh yang sakit selain merugikan akibat kehilangan produktivitas atau mengakibatkan hilangnya banyak materi untuk menjalani pengobatan.
Bagi masyarakat secara umum biaya pengobatan medis saat ini tergolong mahal sehingga banyak orang yang asalnya dianggap mampu secara ekonomi dapat menjadi ‘miskin’ sebab harus membayar biaya pengobatan yang mahal bahkan sering dikatakan tanpa batas. Masyarakat pun karena merasa biaya pengobatan medis mahal lalu mencoba-coba berbagai pengobatan alternatif yang saat ini sangat marak di seluruh penjuru Nusantara. Contohnya adalah fenomena ‘dukun cilik’ Ponari yang ditunggu oleh puluhan ribu orang. Walaupun mayoritas pengobatan alternatif tidak ilmiah & kurang rasional, berbagai pengobatan alternatif terus diburu oleh masyarakat.
Benarkah berobat itu harus selalu mahal? Apakah tidak ada cara lain sehingga untuk kembali menjadi sehat itu tidak perlu biaya mahal yang membebani masyarakat? Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan pada dasarnya adalah pelayanan & pertolongan profesional yang tidak berkaitan dengan biaya. Besar imbalan yang diberikan pada tenaga kesehatan sebenarnya tidak berkaitan dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Dari penelitian di berbagai negara, kaitan antara kualitas pelayanan dengan biaya yang mahal adalah lemah sehingga seharusnya pelayanan kesehatan berkualitas tidak identik dengan biaya mahal.
Negara pun seharusnya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat & berkualitas, sesuai dengan Undang-undang no.29/2004 tentang Praktik Kedokteran. Dalam pasal 49 ayat 1 UU tersebut dikenal istilah ‘kendali mutu & kendali biaya’. Dengan adanya kendali mutu & biaya tersebut pelayanan kesehatan seharusnya menjadi berkualitas dengan biaya serendah mungkin.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Penanganan Kondisi Gawat Darurat
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Kegawatdaruratan terhadap kesehatan manusia adalah hal yang sering terjadi di mana saja & kapan saja, bahkan sering kali terjadi secara tiba-tiba akibat berbagai musibah. Ketika keadaan tersebut terjadi, banyak orang di sekitar penderita merasa panik & bingung bagaimana cara menolong penderita, sementara di dekatnya tidak ada tenaga kesehatan yang dapat menolong.
Hal ini sebenarnya dapat diatasi jika masyarakat mengetahui & terlatih untuk memberikan pertolongan pertama atau bantuan hidup dasar terhadap keadaan gawat darurat kesehatan. Dengan mengetahui atau telah terlatih untuk melakukan bantuan hidup dasar tersebut, masyarakat dapat menolong penderita yang mengalami kegawatdaruratan kesehatan tanpa perlu merasa panik atau bingung.
Sangat disarankan untuk mengikuti ceramah atau pelatihan bantuan hidup dasar (basic life support) yang banyak diadakan oleh berbagai kalangan ataupun menjadi bagian pelatihan di kelompok pecinta alam, palang merah remaja, atau pramuka. Kelompok masyarakat juga dapat meminta pada dokter/perawat untuk memberikan ceramah/pelatihan mengenai bantuan hidup dasar.
Apapun penyebab kegawatdaruratan pada penderita, usahakan segera singkirkan penderita dari penyebabnya & bawa penderita ke tempat yang aman sebelum ditolong. Terkecuali, jika dicurigai penderita mengalami patah tulang leher atau punggung, maka penderita jangan dipindahkan/digerakkan tanpa instruksi dari tenaga kesehatan untuk mencegah kematian mendadak atau kelumpuhan akibat terganggunya jaringan saraf di tulang belakang.
Yang harus diingat, jangan sampai penolong menjadi ikut menjadi korban. Amankan diri sendiri & tempat menolong terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan. Misalnya jika penderita tersengat listrik, pastikan aliran listrik telah dimatikan. Jika penderita mengalami kecelakaan lalu lintas, bawa penderita ke tepi jalan terlebih dahulu sebelum mulai ditolong.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Peradangan Kelenjar Amandel
Billy N. <billy@KonsulSehat.web.id>

Radang tenggorokan adalah penyakit yang banyak terjadi di masyarakat sepanjang tahun tanpa mengenal musim, entah itu kemarau atau hujan. Penyakit ini dapat menyerang dari anak sampai dewasa. Sebenarnya, yang menjadi penyebabnya paling sering adalah peradangan kelenjar amandel yang terletak di rongga mulut.
Amandel terletak di belakang rongga mulut atau pada kedua sisi atas tenggorokan & berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Ada banyak penyebab peradangan kelenjar amandel yang sering juga disebut tonsilitis, dari mulai kuman (virus & bakteri), alergi, asap rokok, sampai polusi udara.
Gejala utama dari tonsilitis adalah rasa tidak nyaman di tenggorokan, nyeri menelan, kadang disertai oleh demam, nyeri kepala, mual, muntah, atau pembengkakan di daerah leher atas/rahang bawah. Jika mulut dibuka, kadang dapat terlihat bercak-bercak putih di amandel yang membengkak kemerahan.
… baca kelanjutan tulisan ini di www.konsulsehat.web.id
(c)KonsulSehat

Read Full Post »

Older Posts »