Peradangan Saluran Cerna Atas (‘Sakit Maag’)
Billy N. <billy@konsulsehat.web.id>
Salah satu penyebab utama nyeri perut adalah peradangan di saluran cerna atas, yang sering disebut ’sakit maag’. Peradangan yang terjadi di saluran cerna berbentuk seperti borok di dinding saluran cerna.
Penyebab peradangan saluran cerna yang paling sering adalah infeksi kuman. Juga, produksi asam lambung yang meningkat dapat menyebabkan rusaknya dinding saluran cerna. Selain itu, rusaknya dinding saluran cerna juga bisa diakibatkan oleh pemakaian obat-obatan yang dapat merusak dinding saluran cerna dalam waktu lama, seperti obat anti radang non-steroid (NSAID) yang sering diresepkan dokter untuk ‘nyeri sendi’. Perasaan tertekan (stress), baik secara fisik maupun emosi sebetulnya tidak menyebabkan kerusakan dinding saluran cerna, tetapi dapat memperberat peradangan yang sebelumnya telah ada.
Gejala dari peradangan saluran cerna dapat berupa nyeri akan bertambah setelah makan, nyeri yang berkurang setelah makan namun bertambah hebat dalam 1-2 jam berikutnya, nyeri perut ketika tidur sehingga terbangun, merasa cepat kenyang, rasa terbakar/panas di daerah perut, atau mual, kadang disertai muntah.
Baiknya, segera konsultasi ke dokter langganan/keluarganya jika mengalami gejala-gejala di atas. Dokter akan memberikan obat, jika dengan obat tersebut keadaan membaik, dokter akan menganggap gejala yang muncul sebagai peradangan di saluran cerna. Jika tidak membaik atau terus kambuh, dokter akan meminta berbagai pemeriksaan penunjang yang diperlukan, seperti laboratorium atau radiologi.
Jika peradangan tersebut diakibatkan oleh infeksi Helicobacter pylori, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh kuman tersebut, ditambah obat yang dapat mengurangi produksi asam lambung atau melindungi dinding pencernaan yang meradang, jenisnya bermacam-macam.
… Baca kelanjutan tulisan ini di http://KonsulSehat.web.id
(c) KonsulSehat.web.id